Selasa, 09 Maret 2021

CINTAKUAT, TAPI BISA DILEMAHKAN

Setiap hari, tubuhku berlumuran darah penyesalan, menggumpal melahirkan luka, duka, dan cinta. Siapa paling kuat menurutmu, luka, duka atau cinta?. 

Ya, rasa cinta yang kuat pertahanan terbaikku, luka dan duka yang tertoreh bahkan tidak terasa samasekali. sekeras apapun kau berdalih ingin menyingkirkanku, abaimu tak menyurutkan cinta itu. 

Entah sampai kapan langit akan terus mengumbar petir dan hujan, sampai awan benar-benar pergi atau sampai sang surya benar-benar mati?. 

Kini aku tahu cara merawat nyeri, sebagaimana batu yang tertusuk rinai hujan lalu diam-diam seseorang menjahit lukanya dengan jarum dan benang keikhlasan, sebab ia tak ingin melihat hujan runtuh di wajahku.

Aku bertahan karena cinta, walau hampir setengah gila dibuatnya hingga nyawa tiada berharga. Hei, tahukah kamu, cinta itu seperti apa?. Cinta kadang setabah tanah yang rela disiram terik matahari namun, ia juga bisa terpesona rintik hujan dan air yang menggenang di halaman. Cinta juga dapat berteduh lama di bawah naungan senja. 

Jangan sia-siakan cinta, ketabahannya bisa saja berujung pindah kedermaga lainnya. Jagalah apa yang ada hari ini karena itu salah satu langkah awal untukmu menata hari ketika bagian penting dalam hidupmu sudah tak utuh lagi. 

Senin, 08 Maret 2021

IKRAR SANG AWAN

Masih dengan Tuhan, teman terbaik dalam segala keadaan mulai dari keadaan di mana aku sangat mengidam-idamkan, memimpikan, dan menginginkannya hadir dalam kehidupan nyata hingga akhirnya semua terwujud melalui proses yang panjang walau hadirnya hanya dalam waktu yang cukup singkat. Kini keadaan berbalik ulahku membuatnya beranjak pergi, aku bersujud meminta maaf kepadaMu Ya Rabb kesalahanku membuatnya kecewa, dengan segala sesal dan khilaf tidak akan mengulanginya lagi, kini aku ingin dia kembali. Kupasrahkan semuanya KepadaMu. 

Tidak ada kesengajaan, tapi ia menganggap ini sebuah injakan, aku terima. Kupasrahkan, kujadikan ini sebagai pelajaran, betapa kepercayaan adalah sesuatu yang sangat mahal harganya walau harus kutebus dengan merelakan kepergiannya. Hatinya terluka, hatiku lebih parah, patah.

Menginginkannya kembali sama saja bunuh diri setiap hari, mati yang tak benar-benar mati, hidup yang tak benar-banar hidup. Aku tak peduli, krna hatiku sudah menasbihkan diri bahwa kau masih layak untuk dicintai, janjiku seperti janji awan yang tak pernah meninggalkan langit meski sesekali mengikrarkan hujan. Begitulah hidup, kita perlu sebuah relaksasi agar tak penat setiap saat. Tak selamanya perjalanan hidup berjalan mulus ada saja kerikil permasalahan yang menghambat tinggal bagaimana cara kita mengatasinya ngegas atau pelan-pelan saja haha.

Aku punya tameng yang cukup kuat, biarpun raga sudah tak berdaya, tapi hati menguatkan segalanya, kaki seakan mulai lelah bediri, tapi ketulusan hati menopangnya. 

 


TEH ANGET RASA ASIN

Masih kurenungkan, terus kupanjatkan, kuusahakan, hingga akhirnya kupasrahkan. Bukan untuk memaksanya mencabut keputusan, tapi sebatas tolok ukur pantas atau tidak mimpi itu kuperjuangkan. Keras, dan tanpa toleransi sama sekali, ibarat jari tangan berkuku panjang yang mencakar lalu menyakiti, tanpa pikir panjang yang ia potong jarinya bukan kukunya. Dangkal menurutku, sesuatu yang patah susah untuk menyatu kembali, sedangkan yang sakit masih bisa sembuh lalu membaik. Bukan begitu menurutku cara mengatasi masalah, mungkin faktor kedewasaan atau sudah menjadi sifat yang mengarat. Untung dewasaku menerima dengan lapang dada, mungkin inilah takdir Tuhan yang tidak bisa dirubah, kenyataan yang begitu pahit harus kutelan dengan paksa.

Aku ingin sekali beranjak, biar dibilang tahu malu. Tapi rasanya enggan pergi begitu saja. Rutinitasku berantakan, ponselku hening tak ada lagi sapaan setiap pagi. Dunia berganti, aku mati, hidup lagi, dalam dunia baru, tanpamu.

Kau tahu kenapa aku enggan pergi? sebab kau mengusirku atas dasar kesalahanku, dan rasa bersalahku menahan menuntut perbaikan. Sepatah apapun, aku tetap bisa berdiri tegap, tapi kecewamu membuatku enggan pergi bahkan dengan merangkak sekalipun. Ini bukan risiko yang seharusnya kutanggung, tak seharusnya aku pergi karena kesalahanku. Aku hanya akan pergi disaat kau memiliki wajah baru yang membuatmu lebih bahagia, karena lebih baik kau berkhianat lalu pergi dengan alasan ada yang lain daripada kau pergi karena kesalahanku. Dulu aku datang dengan ketulusan dan ingin pula langkah pergiku diiringi dgn ketulusan bukan rasa bersalah dan penyesalan.

Minggu, 07 Maret 2021

RASAKAN KAU!

Kokok ayam jantan membangunkanku dari mimpi indah satu malam, sekejap, bangun, hilang, dan dunia berubah. betapa tidak, mimpi yang sedang kurangkai hilang dalam sekejap, ketika mata berusaha untuk tidak kubuka tiba-tiba kesalahan itu memaksaku untuk membukanya. Tuhan menegurku dengan satu ketukan, ucapan adalah taruhan, tindakan adalah pertarungan, dan ayam jantan adalah kesalahan itu. 

Sesal? jelas itu sangat memukul telak hingga  menidurkanku kembali, bukan untuk meraih mimpi tadi, hanya untuk menyadarkan bahwa mimpiku sudah beranjak pergi. Benar-benar gila aku dibuatnya, mimpi itu menertawaiku, menganggap semua rasa hanya sebatas kata, padahal betapa dalam rasa itu hingga ketulusan sangat sulit untuk dikoyakkan. "Hei, untuk apa kau bertahan?" bisikan itu membuat gendang telingaku hampir pecah, kata itu membuatku terpuruk parah, buntu jalan pikirku tanpa arah, gerakanku terbatas karena mimpiku patah. 

Aku tahu, ada campur tangan Tuhan dibalik semua ini, tinggal bagaimana caraku berprasangka padaNya, baik atau buruk.

Ada rencana yang lebih baik? mungkin saja, tidak bisa kuterka dan kubayangkan, krna dadaku penuh dengan penyesalan aku hanya bisa menggumam takdir Tuhan begitu pahit untuk saat ini. 

Ah! ini kesalahanku, tak seharusnya Tuhan kuikut sertakan, tapi jika bukan, kepada siapa lagi kucurahkan?. Dan pintaku saat ini, jika memang Kau maha membolak balikan sesuatu, kembalikan mimpi itu dan aku berjanji kepadaMu akan kurawat mimpi itu sepenuh jiwa dan ragaku.

 


Kamis, 04 Maret 2021

AYAM KURANGAJAR

Kokok ayam jantan membuyarkan mimpi

menyeret kembali pada apa yang seharusnya terjadi

satu persatu mimpiku seperti lenyap

satu persatu kesadaranku mulai terungkap


padahal,


semalam aku sedang merencanakan surga

konon, disana segala pinta akan dikabulkan serta merta

kita berjanji bertemu disana


ayam kurangajar, semua sirna


-am

Rabu, 03 Maret 2021

MALAPETAKA

mungkin bisa! berteman

dalam pesan-pesan yang

singkat. hilang debu

di mataku, kata-kata

menembus sepi yang

pura-pura.


tidak nanti, membisu

tempat duduk di tangga kelas

air hujan, membekas

putaran roda motor, hampir menuju

sesalku.


atau dua jiwa, berkerumun

biar perempuan! biarkan

cinta itu membiasakan

berganti.


malapetaka cinta

tetap ada, aku bisa!

ketulusan melenyapkan

segala asa

kepergian tercipta, jika

kau yang meminta


Senin, 01 Maret 2021

AKU AKU AKULAKU

di siang bolong yang melolong

aku menjelma kupu-kupu jalang

menyanyikan lagu-lagu ilalang

bercumbu dengan bayang,

bersama kebimbangan, yang 

masih meradang


disiang yang sama,


matahari tersipu malu,

bergerak dengan merudu 

sinarnya redup siang itu

hadirnya tak diharapkan rabu

tawanya hanya semu

terhimpit gumpalan awan kelabu