Jumat, 12 Februari 2021

Tebakan

Lebih menantang seperti ini si

bak main tebak-tebakan

kau padamkanku berkali-kali

aku tetap hidup dalam lamunan

tidak terlalu berharap memiliki

itu urusan Tuhan


setidaknya kau tahu aku, dan aku tahu kau saja sudah cukup

selanjutnya kita serahkan, kepada Yang Maha pemberi hidup

Kita merencanakan

Tuhan menentukan


-am

8 Feb. 21

DI A

 


Dia memiliki bintang yang indah

di kedua matanya yang sayu

dan memamerkannya padaku

tatapannya membuat jantungku melemah

mata sayu itu mengandung candu 


Dia mengajarkanku sebuah kata yang sulit 

kemudian kutulis dalam kamus kecil bait demi bait

kupelajari tiap malam, 

namun tatanpannya membuat semua buram


Aku tidak pandai melawan matanya

bahkan hanya meminta senyumnya melenyapkan segala asa

Nada dan suara sudah tiada

Aku ini musik yang bisu tak berirama

Hanya aku penikmatnya sebagai lagu pemuja rahasia


-am

24 jan. 21

Senin, 01 Februari 2021

Cuek

aku tak bermaksud mengabaikanmu

aku tak mau kau jatuh terlalu dalam 

mengharapkanku bukan pilihan

ya

aku bukan pilihan

aku ingin memilih

pilhanku tertuju padanya

bukan padamu

hujan februari

Hujan januari telah pergi
Februari kukira berbeda
ternyata sama saja
hujan masih membasahi

Sore februari langit keabu-abuan
air dari tuhan berjatuhan
tidak ada yang berubah
genangan hujan februari masih meninggalkan kenang
kenangan januari, desember kebelakang

gelap, 
kau menyelinap
dibalik jendela
kutatap langit² kau menyelinap dibalik atap

sial,




Jumat, 22 Januari 2021

22 jan 21

Masih sama seperti kemarin, nyali belum merasuk, ganjil tetap, genap tak sanggup
Pikiran mengada-ada keberanian tak ada
Bagaimana bisa memiliki ? oyag saja tidak
Oh tuhan ia begitu indah untuk dipandang, namun ketika ia balik memandang hati seakan tercengkeram, mulut terbungkam
Kata yang kurangkai setiap malam tidak sanggup kuungkapkan
pengagum tetaplah pengagum, mungkin ia hanya indah untuk dipandang
pintaku pada tuhan, kuatkan
jodohkan
aminkan

Kamis, 21 Januari 2021

Cinta itu datang karena terbiasa, bukan karna pandangan pertama!

Gadis nan anggun dengan sikapnya dan postur tinggi semampai yang menggertak hati hari demi hari setiap pagi. 
Tidak, awalnya tidak ada perasaan, apalagi penasaran
Kebiasaan yang berulang setiap pagi itu membuatku jatuh, jatuh sejatuh jatuhnya
Ya, aku menyukainya. tingkah lakunya, dan tatapannya yang membuatku tak berdaya
"Hei, siapa namamu?" dalam hati ingin sekali mengutarakan kata itu di depannya
tapi naasnya jiwa pemberani seorang lelaki belum sepenuhnya merasuk dalam jiwa, aku jelas dibuat tak berdaya di depannya
lemah, aku menjelma menjadi putri malu 
Rasa penasaran mulai menggebu, jalan tidak buntu, roma masih bisa kutuju sedikit demi sedikit mulai kukenal dan tuhan memberiku sedikit angin segar
Kukenali namanya melalui jalan yang tak terduga, kucari namanya, kudekati akun media sosialnya.
sebatas itu saja, "pemberani" belum merasuki.
Hanya ingin memiliki tapi tidak mau memulai. 
Banci! hati meronta, langkah tak mau bergerak 
Entahlah manusia apa aku ini!

Minggu, 17 Januari 2021

terbaik, bukan tertampan

Aku bersandar membelakangi tembok putih
beristirahat sejenak menata letih
sesekali terlintas dalam benak, bertanya-tanya 
katanya yang terbaik itu ada
lalu, kenapa semesta memberi kita pilihan?
sampai detik ini, aku tak pernah mendapat jawaban
bersandar membosankan
Hingga akhirnya kuputuskan untuk melanjutkan perjalanan
buang jauh satu pertanyaan yang membingungkan
apapun yang terjadi, selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, walau tak terlihat tampan.
insyallah dijadikan pilihan.