Jumat, 22 Januari 2021

22 jan 21

Masih sama seperti kemarin, nyali belum merasuk, ganjil tetap, genap tak sanggup
Pikiran mengada-ada keberanian tak ada
Bagaimana bisa memiliki ? oyag saja tidak
Oh tuhan ia begitu indah untuk dipandang, namun ketika ia balik memandang hati seakan tercengkeram, mulut terbungkam
Kata yang kurangkai setiap malam tidak sanggup kuungkapkan
pengagum tetaplah pengagum, mungkin ia hanya indah untuk dipandang
pintaku pada tuhan, kuatkan
jodohkan
aminkan

Kamis, 21 Januari 2021

Cinta itu datang karena terbiasa, bukan karna pandangan pertama!

Gadis nan anggun dengan sikapnya dan postur tinggi semampai yang menggertak hati hari demi hari setiap pagi. 
Tidak, awalnya tidak ada perasaan, apalagi penasaran
Kebiasaan yang berulang setiap pagi itu membuatku jatuh, jatuh sejatuh jatuhnya
Ya, aku menyukainya. tingkah lakunya, dan tatapannya yang membuatku tak berdaya
"Hei, siapa namamu?" dalam hati ingin sekali mengutarakan kata itu di depannya
tapi naasnya jiwa pemberani seorang lelaki belum sepenuhnya merasuk dalam jiwa, aku jelas dibuat tak berdaya di depannya
lemah, aku menjelma menjadi putri malu 
Rasa penasaran mulai menggebu, jalan tidak buntu, roma masih bisa kutuju sedikit demi sedikit mulai kukenal dan tuhan memberiku sedikit angin segar
Kukenali namanya melalui jalan yang tak terduga, kucari namanya, kudekati akun media sosialnya.
sebatas itu saja, "pemberani" belum merasuki.
Hanya ingin memiliki tapi tidak mau memulai. 
Banci! hati meronta, langkah tak mau bergerak 
Entahlah manusia apa aku ini!

Minggu, 17 Januari 2021

terbaik, bukan tertampan

Aku bersandar membelakangi tembok putih
beristirahat sejenak menata letih
sesekali terlintas dalam benak, bertanya-tanya 
katanya yang terbaik itu ada
lalu, kenapa semesta memberi kita pilihan?
sampai detik ini, aku tak pernah mendapat jawaban
bersandar membosankan
Hingga akhirnya kuputuskan untuk melanjutkan perjalanan
buang jauh satu pertanyaan yang membingungkan
apapun yang terjadi, selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, walau tak terlihat tampan.
insyallah dijadikan pilihan.

Rabu, 29 April 2020

Ramadhan ke 6


Sinar matahari membias sore dari barat
Mengisyaratkan tanda malam akan segera tiba
Beberapa lembar pakaian mulai diangkat dari jemuran
Beberapa masih melambai, sedikit basah
Begitulah kehidupan setelah dunia berakhir
Amal baikmu akan mengantarmu cepat ke depan pintu surga
Amal burukmu akan menundamu menikmati surga.

Minggu, 15 April 2018

KEBAIKAN YANG BAIK

Garis hidup tak selamanya lurus seperti garis(an) 
Atau selalu melengkung layaknya lingkaran
Membosankan, jika hidup selalu dalam keadaan lurus hanya dengan kebaikan atau selalu dalam keadaan jauh dari kebaikan
Hidup harus seimbang, kita akan bertemu berbagai halang dan rintangan
Kebaikan-kebaikan yang kita lakukan kadang memaksa orang lain untuk melakukan kebaikan
Kadang sebaliknya, kebaikan yang kita lakukan hanya berujung penyesalan karena tidak mendapat balasan, namun berujung keburukan
Kita hanya butuh keikhlasan
Kebaikan yang kita tumpuk hanya akan lenyap oleh satu keburukan
Hidup ini belajar, mengajar tapi jangan mau dihajar oleh keburukan
Melakukan kebaikan itu perlu, lakukan keburukan juga perlu,jika mereka memerlukan
Karena sebaik-baiknya perbuatan baik adalah yang tidak buruk. 

Minggu, 16 April 2017

Menulis Puisi Dengan Pembelajaran Yang Menyenangkan


Dalam materi pembelajaran bahasa yang membahas tentang menulis puisi, banyak para pengajar atau guru yang mengajarnya hanya dengan cara yang klasik, yaitu dengan cara menerangkan materi tentang cara menulis puisi lalu menyuruh siswa untuk membuat puisi tersebut sebagai tolok ukur pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru mengenai menulis puisi.
Cara pengajaran tersebut tidak sepenuhnya salah,tetapi dengan cara pengajaran yang seperti itu,siswa cepat merasa bosan dan jenuh, apalagi siswa tidak ikut berperan aktif secara penuh untuk memahami cara menulis sebuah puisi yang dipelajarinya.

1. Pengertian Puisi
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala ‘keanehan’ yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru.
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu ‘pemadatan kata’. kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.
Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.
Dibeberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut.

2. Cara Menulis Puisi Dengan Baik Dan Benar
Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedang berada di kamar yang sunyi.” Ada pula yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi di mana saja.” Pendapat lain mengatakan “Saya bisa menulis puisi saat hati saya sedang sedih.”
Ungkapan-ungkapan di atas, hanya sebagian kecil saja pendapat orang tentang menulis puisi. Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk mengasah keterampilan menulis puisi dengan baik & Benar.
Puisi dapat ditulis berdasarkan catatan harian. Ikutilah langkah berikut ini jika Anda akan menulis puisi berdasar catatan harian:
1. Baca dan renungkan isi catatan harian yang Anda miliki.
2. Coretlah kata-kata yang tidak penting dan tambahkan katakata yang menurut Anda menarik untuk disertakan.
3. Hapuslah baris-baris yang tidak penting.
4. Atur dan urutkan kembali baris-baris yang sudah Anda pilih.
5. Bacalah kembali hasil akhir baris-baris itu.
6. Suntinglah kembali baris-baris itu sehingga menjadi barisbaris puisi     yang menarik.
Proses Pembelajaran Memahami Jenis-Jenis Paragraf
Masih banyak para pengajar menggunakan metode ceramah dan penugasan.Metode ceramah adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Sedangkan metode penugasan adalah sebuah metode yang menyuruh atau memberikan tugas saja terhadap siswa dan siswa agak lebih aktif tetapi menyebabkan kejenuhan terhadap siswa.
Dengan metode seperti ini kegiatan di kelas, siswa lebih dituntut untuk mendengarkan materi menulis puisi. Selama kegiatan pembelajaran siswa hanya diam mendengarkan ceramah yang diberikan guru. Kemudian siswa disuruh untuk membuat sebuah contoh puisi atau menjelaskan cara menulis puisi.
Untuk memberian pembelajaran yang menyenangkan yang membuat siswa lebih bersemangat dan aktif, maka harus disisipi cara pengajaran yang menyenangkan dengan model permainan. Model permainan tersebut dengan memakai teknik berantai yang menggunakan siswa sebagai media untuk pembelajaran. Setiap baris kelompok siswa yang terdiri dari 8 anak per kelompoknya,setiap anak disuruh untuk membuat satu baris puisi sesuai tema yang sudah ditentukan oleh guru yang dimulai dari depan kemudian ke belakang lalu kembali lagi ke depan dan guru juga harus menentukan waktu yang terbatas. Setelah itu, guru membacakan hasil puisi yang ditulis oleh setiap kelompok yang kemudian akan dikomentari oleh kelompok baris lainnya dan seterusnya. Dari hasil komentar para siswa tersebut,tidak kemudian dijelaskan bagus atau tidak,benar atau salahnya tetapi, guru memberikan penjelasan tentang materi cara menulis puis, dan dengan sendirinya para siswa akan mengetahui puisi mereka benar atau salah dan benar atau tidak. Tidak hanya dengan itu saja, setelah kegiatan tersebut guru juga harus memberikan evaluasi terhadap siswa,untuk mengetahui seberapa pahamkah siswa mengenai cara menulis puisi.
Jadi dengan metode seperti ini keaktifan dan kekreatifan siswa lebih terasah yang dapat menyenangkan siswa dalam pelajaran. Karena dengan cara pelajaran seperti ini yang bersumber pada siswa akan lebih meningkatkan pemahaman siswa mengenai cara menulis puisi.

Strategi Pembelajaran
Strategi merupakan suatu rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (Hasan dkk, 2001:1092). Sementara itu, Pringgawidagda (2002:88) menyatakan bahwa strategi adalah suatu cara, teknik, taktik atau siasat yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan kegiatan merencanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu.
Alasan-alasan pendidik memilih Strategi pengajaran, yaitu dengan mempertimbangkan tujuan pengajaran, isi pelajaran, kemampuan pelajar, fasilitas yang tersedia, situasi yang ada, waktu yang tersedia, kekuatan dan kelemahan metode. Agar dalam pembelajaran jenis-jenis paragraf dapat tercapai dengan baik, maka pembelajaran harus menerapkan strategi yang relevan.
Berikut ini disajikan langkah-langkah pembelajaran menulis puisi dengan pembelajaran yang menyenangkan:
1.      Tujuan Pembelajaran
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menggunakan kompetensi dasar (kemampuan dasar) dan indikator hasil belajar sebagai ganti tujuan pembelajaran yaitu siswa mampu memahami cara menulis puisi dengan baik dan benar.
2.      Bahan Pembelajaran
Cara-cara menulis puisi dengan baik dan benar sebagai bahan ajar menulis puisi.
3.      Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi adalah dengan metode yang menyanangkan yaitu dengan memakai model permainan. Model permainan yang dipakai adalah teknik berantai yaitu dari satu siswa ke siswa lain. Selain itu pembelajarannya dari siswa untuk siswa. Jadi siswa akan lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran.
4.      Langkah-langkah Pembelajaran
a.       Persiapan
Tahap ini merupakan kegiatan yang dilakukan seorang guru sebelum melakukan pembelajaran. Guru harus memahami materi tentang cara menulis puisi yang baik dan benar secara mendalam. Sehingga dapat memberikan materi secara lancar kepada siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b.      Pendahuluan
Tahap ini merupakan tahap awal dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Tahap pendahuluan ini berisi perintah kepada siswa untuk membuat sebuah puisi. Setiap baris kelompok yang terdiri beberapa anak, setiap anak menulis satu baris puisi sesuai tema yang kemudian diteruskan ke siswa lain hingga waktu habis. Kemudian hasil contoh puisi siswa ditebak atau dikomentari oleh kelompok lain.
c.       Inti
Pada tahap inti guru memberikan materi kepada siswa mengenai cara menulis puisi yang baik dan benar. Dari penyampaian materi ini,siswa yang belum mengetahui tentang menulis puisi yang baik dan benar dengan sendirinya siswa akan mengetahui puisi yang telah dibuatnya baik atau tidak sesuai dengan cara-cara menulis puisi.
 d.      Penutup
Tahap ini diisi dengan pemberian evaluasi.
Evaluasi dilakukan dengan pemberiantugas mengenai pembuatan puisi. Guru juga memberikan pertanyaan singkat secara lisan tentang cara-cara menulis puisi yang baik dan benar.
Kesimpulan
Dengan teknik berantai siswa akan lebih senang dan bersemangat untuk belajar, karena teknik ini berpusat pada siswa saat proses pembelajaran berlangsung atau pembelajaran dari siswa ke siswa. Siswa diharapkan bisa berpartisipasi penuh aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran, karena guru di sini hanyalah berperan sebagai peranta dan fasilitator.


Sabtu, 15 April 2017

CERPEN SANG KORUPTOR

Malam makin meninggi. Tinggalkan penghuni bumi yang masih bergelut dalam mimpi-mimpi panjangnya. Bermimpi tentang kekuasaan. Bermimpi tentang indahnya kekuasaan. Sementara mentari mulai terbangun dari mimpi panjangnya yang indah untuk sinari penghuni bumi yang masih tetap bermimpi panjang.
Kokok ayam pun mulai bersahutan. Nadanya riang gembira beriringan dengan datangnya sinar mentari. Suara azan dari masjid telah terdengar merdu. Menusuk kalbu. Ingatkan hidup dan segala dosanya. Serahkan diri dan bersujud mohon ampun kepada Sang pencipta.
Irama masih terjaga. Tak ada rasa kantuk sedikit pun dirasakannya pagi menjelang. Matanya terus mendelik pada surat berwarna coklat yang tergeletak dimeja kerjanya. Isi surat itu membuat otaknya terus bekerja sepanjang malam. Rasa kantuk pun tak terasa hingga sinar mentari telah menorobos masuk dalam rumah kehidupan.
Irama adalah birokrat muda di Kabupaten Lilot. Usianya baru mencapai angka 45. Jabatannya terus menanjak. Dimulai sebagai birokrat yang mengabdikan diri di kelurahan. Hingga kini kepala dinas dijabatnya. Sebuah jabatan yang bergengsi dan banyak diburu para pemburu amanah di Kabupaten Lilot. Bahkan ada yang untuk mengincar jabatan kepala dinas rela menjual harga diri kepada pimpinan daerah dengan menawarkan berbagai kemudahan kepada keluarga pimpinan daerah. Termasuk memanjakan pimpinan daerah dalam soal proyek dan kegiatan di dinas yang mareka pimpin.
Sebagai putra daerah, Irama adalah salah satu putra terbaik di Kabupaten Lilot. Lulusan sebuah perguruan tinggi negeri terkemuka di Jawa, membuat pria satu putra ini diprediksi sebagai kandidat pemimpin masa depan Kabupaten Lilot. Dimasa masih berstatus sebagai mahasiswa, Irama adalah aktivis kampus ternama itu. bahkan diera reformasi dirinya bersama dengan sejumlah mahasiswa negeri ini ikut menurunkan pemimpin era orde itu yang tak tahu diri dalam biusan kekuasaan.
Kepiawaiannya dalam bekerja dilegitimasi banyak pihak. Berbagai predikat dan prestasi diraihnya. Beberapa kali Kabupaten Lilot mendapat penghargaan dari pemerintah pusat atas prestasi dinas yang dipimpinnya sebagai pemimpin dinas, Irama dikenal sebagai pemimpin  yang bekerja sesuai dengan standar operasional dinas berikut perangkat pendukungnya berupa UU, peraturan pemerintah dan Perda serta Perbup. Tak heran Irama adalah satu-satunya pemimpin dinas yang berani bersuara lantang dan berbeda pandangan dengan pemimpin kabupaten. Kepiawaian dalam bidang kerjanya selalu diwariskan kepada para bawahannya untuk bekal dalam bekerja. Tak heran banyak bawahannya merasa senang dan bahagia bekerja bersama Irama. Banyak ilmu dan pengetahuan yang mereka dapatkan dari Irama.
“Selama sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku kita tak pernah surut dalam memperjuangkan kebenaran, Dalam bekerja kita selalu tunduk dengan aturan dan bukan dengan pemimpin kabupaten,” ujarnya saat memprovokasi semangat bawahannya. ”Dan ingat,” lanjut Irama kita ini bekerja untuk negara, bangsa dan masyarakat. Bukan untuk pemimpin yang mengangkat kita. Kalau pemimpin menyuruh kita bertindak diluar ketentuan, maka jangan dijalankan. Kalau pemimpin mengamanahkan jabatan tidak sesuai dengan kompetensi, pengalaman dan pendidikan kita, maka harus kita tolak. Harus kita tolak karena itulah penyebab kita akan ke bui,” jelas Irama dengan suara lantang bernada patriotisme Bawahannya terdiam. Membisu seribu bahasa. Seakan mengiyakan nasehat pemimpinnya.
Dimata tetangga lingkungan tempat tinggalnya, Irama adalah anggota masyarakat yang baik dan gampang bergaul tanpa mengenal kasta. Jabatan sebagai Kepala Dinas tak pernah diumbarnya di hadapan masyarakat sekitar. Bahkan mobil dinas pun tak pernah Irama bawa pulang ke rumah. Dan setiap ditanya alasan mobil plat merah tak pernah dibawa pulang, Irama dengan tegas menyatakan bahwa mobil itu hanya untuk keperluan kantor.
”Mobil itu milik kantor dan untuk kegiatan operasional kantor. Kalau saya menggunakan mobil itu untuk kepentingan saya pribadi dan keluarga maka saya telah menyalahgunakan kewenangan. Dan itu korupsi,” tegasnya.
Bagi kawan-kawan seperjuangan, Irama adalah sosok sahabat yang susah diajak kompromi dan berkolaborasi dalam bisnis. Tak heran banyak sahabat-sahabatnya enggan bersentuhan dengan kegiatan dan proyek di dinas yang dipimpin Irama.
“Irama itu orangnya lurus dan tidak neko-neko. Susah diajak kompromi dalam proyek. Baginya dalam proyek tak ada istilah teman. Semuanya diperlakukan sama sebagai kontraktor. Jangan harap ada kemudahan dari Irama walaupun saya ini teman dan sahabatnya sejak masih di bangku sekolah dasar,” cerita Roy sahabatnya sejak kecil.
Namun kalau sahabat dan teman-temannya dalam kesusahan, maka Irama tanpa segan-segan membantu. Tak terhitung anak sahabatnya yang dibiayainya dalam menempuh pendidikan. Demikian pula ketika ada sahabatnya yang mendapat musibah, maka uluran tangan Irama selalu datang.
”Kawan-kawan harus bisa membedakan posisi saya. Sebagai sahabat saya akan membantu. Namun sebagai pimpinan dinas saya harus menegakkan aturan sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa diskriminasi kepada semua orang dan pihak tanpa terkecuali,” jelasnya kepada kawan-kawannya. Dan kawan-kawannya hanya diam membisu seribu bahasa atas penjelasan Irama.
Mareka sudah hafal dan paham dengan karakter tegas dari Irama.
Narasi patriotik yang disuarakannya, kini berbalik arah. Semangat merah putih yang selalu membara dalam jiwa raganya kini terusik. Keinginan pemimpin daerah untuk memberinya amanah sebagai kepala dinas yang tak sesuai dengan bidangnya menjadi awal malapetaka ini.
Sore itu menjelang jam pulang, dirinya dipanggil pemimpin daerah. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, pemimpin daerah memintanya untuk menjadi kepala dinas yang bertentangan dengan displin ilmunya dan kontradiksi dengan bidang kerjanya selama ini. Namun kesantunan narasi pemimpin daerah membuatnya lunglai dan luluh. Terlelap dalam impian tak bertepi. Tergoda dalam diksi santun bermulut harimau yang siap menerkam.
”Ini adalah langkah untuk memuluskan Pak Irama sebagai kandidat Sekda daerah ini. Jabatan ini tak lama, Kita hanya mengikuti aturan saja,” dalih pemimpin daerah dengan nada santun.
‘Saya apresiasi kepercayaan Bapak. Namun saya tak bisa. Ini akan membuat kabupaten kita makin tertinggal dan bisa ditegur departemen Pak,” kilah Irama. Dan entah apa gerangan yang terjadi dalam pertemuan 30 menit di ruangan pimpinan daerah itu, Irama akhirnya bersedia menerima amanah sebagai kepala dinas baru itu.
Dan baru dalam hitungan hari, godaan dan godaan terus berdatangan. Mulut-mulut harimau berbulu domba terus menarasikan dirinya. Untaian nada-nada indah terus bersenandung dari berbagai pihak bak orkestra tanpa henti dan jeda. Siang dan malam handphonenya terus berdering bak nyanyian pelantun lagu tanpa harmonisasi nada. Maklum dinas yang dipimpinnya tergolong dinas superbasah. Intervensi demi intervensi terus bergelayut dalam perjalanannya sebagai kepala dinas baru itu. Datangnya dari berbagai penjuru mata angin. Silih berganti tanpa terbendung. Pemberontakan nuraninya hanyalah sia-sia. Ketidakmampuannya adalah sumber bencana itu. Dan hanya dalam 90 hari kerja. Surat pemanggilan dirinya sebagai tersangka pun diterimanya.
Irama harus menghadapinya seorang diri. Seorang diri tanpa sahabat dan buaian kata-kata apologi. Seorang diri menghadapi persoalan dan malapetaka. Pimpinan Daerah pun tak menggubris. Membiarkan Irama dengan permasalahannya.
Irama tersentak. Rabaan tangan mungil nan bersih menyentuh pundaknya. Dia menoleh. Istrinya tersenyum getir.
”Pak. Mareka sudah datang,” ujar istrinya lirih.
”Oh, iya.Bilang kepada mareka untuk menunggu. Saya mau mandi,” ujar Irama pelan.
Mentari mulai meninggi. Setinggi kecepatan mobil yang akan membawanya ke rumah penginapannya sementara. Rutan. Rumah tahanan yang terletak di ujung pinggirKota.